Sunday, August 30, 2015

Masjid Kuno Bayan Beleq

1 comment
masjid kuno bayan beleq“Bayan Beleq” (dalam bahasa Sasak, Beleq berarti besar), dimana wilayah tersebut memiliki institusi penting berupa cagar budaya Masjid Kuno Wetu Telu. Kata Wetu bukan berarti waktu, melainkan batasan wilayah. Sedangkan telu berarti tiga. Wetu Telu dapat diartikan sebagai tiga batasan wilayah yang harus dijaga dan dihargai dengan cara melestarikannya.
Untuk masuk kedalam masjid tersebut tidak dapat sembarang berpakaian, harus menggunakan pakaian adat berupa sarung putih dan kemeja putih. Masjid yang dindingnya terdiri dari anyaman bambu dan sama sekali tidak menggunakan paku ini dibangun pada abad 17.
masjid kuno bayan beleq
Masjid Kuno Wetu Telu mempunyai kompleks pemakaman leluhur yang dikeramatkan. Makam-makam tersebut dinaungi rumah bambu dan beratap jerami (sirap) layaknya rumah adat. Salah satu leluhur yang dimakamkan di Masjid kuno ini adalah Lebai Antasalam yaitu salah satu tokoh penyebar agama Islam pertama di Lombok. Konon Lebai Antasalam lenyap secara misterius ketika melakukan sholat di masjid Kuno sehingga tempat ia lenyap ditandai dengan sebuah batu.
masjid kuno bayan beleqDari sisi kehidupan, masyarakat adat Wetu Telu diharuskan menjaga keselarasan dan keseimbangan hidup antar mahluk yang diciptakan Allah (Tuhan Yang Maha Esa) melalui tiga jalan yakni proses kehidupan di alam ini tidak terlepas dari tiga hal utama yaitu melahirkan (manganak), bertelur (menteluk) dan berbiji (mentiuk).
Manusia dan hewan mamalia dilahirkan dari proses beranak pinak, unggas dan hewan melata tercipta dari telur, dan tumbuhan dari biji-bijian yang ditanam dan bertumbuh. Ketiganya harus selaras dan seimbang. Makna filosofinya, manusia tidak boleh mengeksploitasi alam secara berlebihan karena akan merusak tumbuhan dan juga habitat hewan.
masjid kuno bayan beleqTiga sistem reproduksi tersebut digambarkan didalam Masjid Kuno Bayan dalam sebuah patung kayu atau disebut Paksi Bayan. Permukaan Paksi Bayan terdapat pahatan Kijang yang malambangkan kelahiran. padi, kapas dan kelapa melambangkan perkembangbiakan dari biji dan pahatan unggas yang melambangkan perkembangbiakan dari telur. Ukuran dinding bangunan hanya 125 cm, dapat dibayangkan bahwa untuk masuk dalam masjid kita tidak mungkin dapat berdiri tegap, melainkan harus merunduk. Pemangku adat Bayan Timur menjelaskan bahwa esensi dari rendahnya bangunan masjid ini adalah untuk memberikan penghormatan pada bangunan suci, sehingga manusia sebagai makhluk yang rendah harus merunduk (menghormat).

Masjid Kuno Bayan Belek Menjadi Salah Satu Tujuan Para Penggemar Wisata Religion Di Lombok.... Jika Anda Tertarik Untuk Melihat Peninggalan Agama Islam Ini Anda Bisa Langsung Berkunjung Ke Lombok Kapan Pun Anda Memiliki Kesempatan.
If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

1 comment:

  1. sampai juga di websitenya :), thanks ya sudah ngajak kesini lewat website ane onejogja.com ,... sepertinya masjid ini salah satu yang harus dikunjungi :)

    ReplyDelete