Wednesday, August 5, 2015

Desa Sukarara

Leave a Comment
Desa Sukarara merupakan sebuah Desa pengrajin Kain Tenun Khas Lombok Selain itu ditempat ini berlaku peraturan desa atau adat yang tidak memperbolehkan seorang wanita dari desa ini menikah sebelum bisa menenun Kain Tradisional Lombok ini atau menyelesaikan pendidikan mereka serendah-rendahnya sampai serjana.
Desa Sukarara terletak di kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. berjarak sekitara 25 Km dari Kota Mataram atau sekitar 30 menit perjalanan, dan sekitar 5 Km dari kota Praya atau 5 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun dengan menggunakan taxi.
Proses pembuatan kain songket memakan waktu lama. Setidaknya membutuhkan waktu 1 bulan untuk menghasilkan 1 lembar kain dengan lebar 1,2 meter dan panjang 2 meter. Tingkat kerumitan dan motifnya menentukan harga kain yang rata-rata berkisar antara Rp. 100.000 hingga Rp. 5.000.000 perlembar. Kain songket yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk pakaian namun juga mempunyai fungsi dekoratif sebagai pelengkap ornamen interior rumah.
Songket Sukarara memiliki ciri khas dengan pola tradisional timur dan penggunaan benang songket emas. Pola dan pewarnaan yang digunakan oleh wanita-wanita Desa Sukarara merupakan nilai yang diberikan turun temurun dan lestari generasi sebelumnya. Biasanya keahlian menenun didapatkan dari ibu yang diwariskan ke anak perempuan. Begitu seterusnya sehingga tak ayal lagi motif dan warnanya terjaga sekaligus menjadi ciri khas songket Lombok.
Daya tarik desa ini tidak hanya dari hasil industry-nya yang menawan. Atraksi pada wanita dalam menggerakan alat tenun tradisional diminati oleh wisatawan domestik maupun asing. Para wanita dengan pakaian adat Sasak ini selalu siap mendemonstrasikan keahlian mereka. Pembuatan kain tenun dengan cara tradisional adalah dengan mempersiapkan pembuatan benang pakan serta pembuatan zat warna.
Pembuatan benang secara tradisional menggunakan pemberat yang diputar dengan jari tangan. Pemberat tersebut berbentuk seperti gasing yang terbuat dari kayu atau terakota. Bahan membuat benar selain kapas, kulit kayu, serat pisang, serat nanas dan daun palem. Pembuatan zat warnanya terdiri dari 2 warna yakni biru dan merah. Warna biru didapatkan dari indigo atau mengkudu. Motif kain songket Lombok bermacam-macam, ada motif ayam, motif kembang delapan, motif kembang empat. Masing-masing motif punya makna sendiri.
Desa Sukarara juga memproduksi tenun ikat. Bahan tenun ikat sangat sederhana yakni terbuat dari bahan katun. Waktu produksi tenun ikat tidak selama tenun songket. Cukup satu hari, pengrajin Sukarara mampu menghasilkan tenun ikat sepanjang 3 meter. Harga tenun ikat bervariasi tergantung bahan pewarna kainnya. Jika berasal dari pewarna kimia, dibanderol dari harga Rp. 100.000 sedangkan jika dari pewarna alami berharga mulai 
Rp. 150.000.

Desa sukarara kabupaten lombok tengah

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

0 comments:

Post a Comment